20 Sifat Wajib Tuhan SWT, 20 Sifat Mustahil dan 1 Sifat Jaiz Tuhan SWT
Manusia diciptakan Tuhan SWT untuk beribadah, hanya menyembah Tuhan , bagaimana kita bisa beribadah kepada Tuhan SWT bila kita tidak mengenal Nama-nama Tuhan / Asmaul Husna dan mengenal Tuhan SWT dengan Sifat-sifat Wajib yang 20 , 20 sifat Mustahil dan 1 sifat jaiz Tuhan SWT oleh lantaran itu baiknya kita mengenal sifat -sifat Tuhan SWT
Tuhan Ta’ala berfirman
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Aku membuat jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).
Untuk bisa mengenal Tuhan SWT, bukan hanya ibadah mahdlah atau ibadah wajib yang harus selalu dilaksanakan setiap harinya, namun juga harus dilengkapi dengan mengenal-Nya secara pribadi dengan mengenal ke-20 sifat wajib, 20 sifat, juga 1 sifat jaiz Tuhan SWT
Sebagai umat islam, sudah tentu kita harus mempelajari wacana ilmu ketauhidan. Hal-hal yang berkaitan dengan rukun kepercayaan dan rukun Islam. Menurut ulama, sifat wajib Tuhan Ta’ala sebernarnya sangatlah banyak alasannya yakni Tuhan Maha Sempurna. Namun berdasarkan dalil-dalil (baik dalil naqli atau ‘aqli), Sifat Wajib Tuhan SWT yang diketahui secara umum berjumlah 20 sifat begitupula dengan sifat Mustahil ada 20 dan 1 Sifat Jaiz Tuhan SWT.
Berikut 20 Sifat Wajib Tuhan SWT, 20 Sifat Mustahil dan 1 Sifat Jaiz Tuhan SWT
20 Sifat Wajib Tuhan SWT
1.Wujud
Sifat Tuhan Ta’ala yang pertama yakni wujud yang berarti Ada. Maksudnya Tuhan itu zat yang pasti ada. Dia bangun sendiri, tidak diciptakan oleh siapapun. Dan tidak ada Tuhan selain Tuhan Ta’ala.
“Allah-lah yang membuat langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kau selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at 1190. Maka apakah kau tidak memperhatikan?” (QS. As-Sajdah: 4)
“Sesungguhnya Aku ini yakni Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku“. (QS. Thaha: 14)
2.Qidam
Tuhan Ta’ala juga mempunyai sifat Qidam yang berarti terdahulu. Dialah Sang Pencipta yang membuat alam semesta berserta isinya. Sebagai pencipta tentunya Tuhan telah ada lebih dahulu dari apapun yang diciptakannya. Tidak ada pendahulu atau permulaan bagi Tuhan Ta’ala.
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.Al-Hadid: 3)
3.Baqa’
Baqa’ berarti kekal. Maksudnya Tuhan itu Maha Kekal. Tidak akan punah, binasa ataupun mati. Tiada simpulan bagi Tuhan Ta’ala. Dia akan tetap ada selamanya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap abadi Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman: 26-27)
“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kau dikembalikan.” (QS. Al-Qasas: 88)
4.Mukholafatul Lilhawaditsi
Tuhan Ta’ala sudah pasti berbeda dari makhluk ciptaanNya. Dialah dzat yang Maha Sempurna dan Maha Besar. Tidak ada sesuatu pun yang menandingi atau mirip keagunganNya. Ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 4)
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”. (QS. Asy-Syura: 11)
5.Qiyamuhu Binafsihi
Tuhan itu bangun sendiri. Tuhan Ta’ala tidak bergantung pada apapun dan tidak membutuhkan sumbangan siapapun.
Dalam al-Qur’an Tuhan berfirman:
“Dan barangsiapa yang berjihad, maka bekerjsama jihadnya itu yakni untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Tuhan benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS. Al-Ankabut: 6)
“Dan katakanlah segala puji bagi Tuhan Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al-Isra: 111)
6.Wahdaniyah
Tuhan itu maha Esa atau Tunggal. Maksudnya Tidak ada sekutu bagiNya . Dialah satu-satunya Tuhan pencipta alam semesta. Bukti keesakan Tuhan terletak dalam kalimat syahadat “Laa ilaha Illallah” yang artinya “ Tiada Tuhan selain Allah”
Dijelaskan juga dalam FirmanNya di Al-Quran:
“Katakanlah Dialah Allah, Yang Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas: 1)
“Sekiranya ada di langit dan di bumi Tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Tuhan yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya: 22)
7.Qudrat
Qudrat berarti Tuhan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan Tuhan Ta’ala. Dijelaskan dalam Al-Quran:
“Sesungguhnya Tuhan Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 20)
8.Iradat
Iradat yakni sifat Tuhan Ta’ala yang berarti berkehendak. Maksudnya Tuhan itu maka menentukan segala sesuatu. Apabila Tuhan berkehendak maka jadilah hal itu dan tidak seorang pun bisa mencegahNya.
“Mereka abadi di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali kalau Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud: 107)
“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.”(QS. Yasiin: 82)
9.‘Ilmu
‘ilmu artinya mengetahui. Maksudnya Tuhan Ta’ala Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Baik yang tampak ataupun disembunyikan. Dalam Al-Quran dijelasakan:
“Dan bekerjsama Kami telah membuat insan dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih bersahabat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16)
10.Hayat
Tuhan Ta’ala Maha Hidup. Tidak akan prnah mati, binasa ataupun musnah. Dia abadi selama-lamanya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup abadi lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang sanggup memberi syafa’at di sisi Tuhan tanpa izin-Nya. Tuhan mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Tuhan melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Tuhan mencakup langit dan bumi dan Tuhan tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Tuhan Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)
“Dan bertawakkallah kepada Tuhan yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS. Al-Furqon: 58)
11.Sama’
Tuhan Maha Mendengar. Baik yang diucapkan ataupun yang disembunyikan dalam hati, Tuhan mengetahui. Pendengaran Tuhan Ta’ala mencakup segala sesuatu. Sebagaimana firmanNya dalam Al-Quran:
“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kau dari jenis kau sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kau berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(Asy-syuro: 11)
“Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 76)
12.Bashar
Bashar artinya melihat. Maksudnya Tuhan itu Maha Melihat segala sesuatu. Pengelihatan Tuhan tidak terbatas, Dia mengetahui apa-apa yang terjadi di dunia ini. Walaupun hanya sehelai daun yang jatuh.
“Dan Tuhan Maha Melihat atas apa yang kau kerjakan.” (QS. Al-Hujarat: 18)
“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya lantaran mencari keridhaan Tuhan dan untuk keteguhan jiwa mereka, mirip sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Tuhan Maha Melihat apa yang kau perbuat.” (QS. Al-Baqarah: 265)
13.Kalam
Tuhan itu berfirman. Dia bisa berbicara atau berkata-kata secara tepat tanpa sumbangan dari apapun. Terbukti dari adanya firmanNya dalam kitab-kitab yang diturunkan lewat para nabi. Salah satu Nabi yang pernah berbicara pribadi dengan Tuhan Ta’ala yakni Nabi Musa ‘alaihissalam. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran:
“Dan tatkala Musa tiba untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya.” (QS. Al-A’raf: 143)
“Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Tuhan ‘telah berfirman secara langsung.” (QS. An-Nisa’: 164)
14.Qadiran
Qadiran berarti berkuasa. Tuhan itu Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali sinaran itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Tuhan menghendaki, pasti Dia melenyapkan indera pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Tuhan berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 20)
15.Muridan
Tuhan Maha Berkendak atas segala sesuatu. Bila Tuhan sudah menakdirkan suatu kasus maka tidak ada yang bisa menolak kehendakNya. Dalam Al-Qran dijelaskan:
“Mereka abadi di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali kalau Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS.Hud: 107)
16.‘Aliman
Tuhan Maha mengetahui segala sesuatu, baik yang ditampakkan ataupun disembunyikan. Tidak ada yang bisa menandangi pengetahuan Tuhan yang Maha Esa.
17.Hayyan
Hayyan berarti hidup. Tuhan Maha hidup. Tidak mungkin bagi Tuhan Ta’ala untuk binasa. Dia selalu mengawasi hamba-hambaNya, tidak pernah lengah ataupun tidur.
“Dan bertawakkallah kepada Tuhan Yang Hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Furqon: 58)
18.Sami’an
Sami’an juga berarti mendengar. Tuhan itu Maha pendengar. Tidak ada yang terlewatkan bagi Tuhan dan tidak ada pula yang melampui pendengaranNya.
19.Bashiran
Bashiran juga berarti melihat. Pengelihatan Tuhan mencakup segala hal, baik yang diterlihat ataupun yang disembunyikan.
20. Mutakalliman
Sama halnya dengan kalam, mutakalliman juga berarti Tuhan itu berfirman. Firman Tuhan terwujud dalam kitab-kitab suci yang diturunkanNya lewat para nabi. Firman Tuhan begitu tepat dan tidak ada yang menandingi.
20 sifat-sifat tidak mungkin bagi Allah
1.Adam
Sifat tidak mungkin yang pertama yakni Adam yang berarti tiada. Sifat ini kebalikan dari wujud yang artinya ada.
Dalil naqli yang menawarkan adanya Tuhan Ta’ala, yakni:
“Sesungguhnya Tuhan kau ialah Tuhan yang telah membuat langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, membuat dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”(QS.Al-Araf : 54)
“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kau lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Tuhan mengatur urusan, menjelaskan gejala , supaya kau meyakini pertemuan dengan Tuhanmu.” (QS. Ar-Ra’d : 2)
2.Huduts
Hudust berarti ada yang mendahului, merupakan lawan kata dari qidam. Tidak mungkin ada yang mendahului keberadaan Tuhan Azza wa Jalla. Dialah yang membuat alam semesta beserta isinya. Tentunya Pencipta sudah pasti lebih dahulu dari apa-apa yang diciptakanNya.
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.Al-Hadid: 3)
3.Fana
Tuhan Ta’ala tidak mungkin musnah. Sebaliknya, Dia bersifat abadi selama-lamanya. Dijelaskan dalam Al-Quran:
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap abadi Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman: 26-27)
“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kau dikembalikan.” (QS. Al-Qasas: 88)
4.Mumatsalatu lil hawaditsi
Tuhan Ta’ala yakni dzat yang membuat segala sesuatu di bumi dan alam semesta. Dialah yang Maha Agung. Tidak mungkin ada sesuatu yang menyamai atau menandingiNya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”. (QS. Asy-Syura: 11)
5.Ihtiyaju lighairihi
Tuhan Ta’ala tidak memerlukan yang lain. Dia bisa mewujudkan dan mengatur segalanya secara tepat tanpa bergantung pada siapapun. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Dan barangsiapa yang berjihad, maka bekerjsama jihadnya itu yakni untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Tuhan benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS. Al-Ankabut: 6)
“Dan katakanlah segala puji bagi Tuhan Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al-Isra: 111)
6.Ta’adud
Ta’adud yakni kebalikan dari wahdaniyah yang berarti tunggal. Tuhan itu Maha Esa. Tidak mungkin berbilang atau berjumlah lebih dari satu. Tuhan Ta’ala tidak mempunyai sekutu, tidak beranak dan tidak diperanakan. Bukti keesaan Tuhan tertuang dalam kalimat syahadat dan juga ayat Al-Quran yang artinya:
“Katakanlah ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Tuhan yakni Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.’” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
“Sekiranya ada di langit dan di bumi Tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Tuhan yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya: 22)
“Dan Tuhanmu yakni Tuhan Yang Maha Esa; Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Pemuurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 163)
7.Ajzun
Ajzun berarti lemah, merupakan lawan kata dari dari qudrat yang artinya berkuasa. Kaprikornus Tuhan tidak mungkin bersifat lemah. Sebaliknya Tuhan Azza wa Jalla Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melampui kekuasaan Tuhan Ta’ala.
Dalam Al-Quran dijelaskan:
“Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Tuhan menghendaki, pasti Dia melenyapkan indera pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Tuhan berkuasa atas segala sesuatu.” (QS.Al Baqarah: 20)
8.Karahah
Tuhan tidak mempunyai sifat terpaksa. Sebaliknya Tuhan Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melawan ataupun menandingi kehendak dari Tuhan Ta’ala. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.” (QS. Yasiin: 82)
“Mereka abadi di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali kalau Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.”(QS. Hud: 107)
9.Jahlun
Mustahil bagi Tuhan Ta’ala bersifat bodoh. Dia membuat alam semesta dengan segala isinya begitu sempurna. Dia tidak membutuhkan sumbangan siapapun. Dan dialah yang Maha Kaya lagi Maha Mengetahui.
10.Mautun
Tuhan tidak akan mati. Dia bersifat kekal. Terus-menerus mengurus makhluknya Tanpa tidur dan tidak letih sedikitpun. Dijelaskan dalam Al-Quran:
“Dan bertawakkallah kepada Tuhan yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS. Al-Furqon: 58)
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup abadi lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang sanggup memberi syafa’at di sisi Tuhan tanpa izin-Nya. Tuhan mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Tuhan melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Tuhan mencakup langit dan bumi dan Tuhan tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Tuhan Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)
11.Shamamun
Mustahil Tuhan bersifat Tuli. Tuhan Ta’ala yakni Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Tuhan mencakup segala sesuatu.
“Katakanlah cukuplah Tuhan menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi.” (Al-Ankabut : 52).
12.Ama
Tuhan Ta’ala juga tidak buta. Dia Maha Melihat Segala Sesuatu. Tak ada satu hal pun yang luput dari pengelihatanNya.
“Dan Tuhan Maha Melihat atas apa yang kau kerjakan.” (QS. Al-Hujarat: 18)
“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kau dari jenis kau sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kau berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS.Asy-syuro: 11)
13.Bakamun
Tuhan Ta’ala tidaklah Bisu. Tuhan berkata dan berfirman dengan sangat sempurna. Tak ada bisa mengalahkan keindahan firman Tuhan Ta’ala. Dan salah satu Nabi yang pernah berbicara pribadi dengan Tuhan yakni Nabi Musa.
“Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Tuhan ‘telah berfirman secara langsung.” (QS. An-Nisa’: 164)
14.Kaunuhu ‘ajiyan
Mustahil Tuhan bersifat lemah. Tuhan Ta’ala yakni pencipta alam semesta dan segala isisnya. Dia Maha Kuasa atas semua hal.
“Sebahagian besar mahir kitab menginginkan semoga mereka sanggup mengembalikan kau kepada kekafiran sesudah kau beriman, lantaran dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, sesudah kasatmata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, hingga Tuhan mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Tuhan Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah 109)
15.Kaunuhu karihan
Tuhan Ta’ala bukanlah dzat yang terpaksa. Dia Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Hanya berfirman “kun fa yakun” maka jadilah apa yang dikehendaki oleh Nya.
“Mereka abadi di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali kalau Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS.Hud: 107)
16.Kaunuhu jahilan
Mustahil Tuhan yakni dzat yang bodoh. Tuhan Maha Mengetahui dan Melihat apa-apa yang ditampakkan atau disembunyikan.
17.Mayyitan
Tuhan tidak mati. Tuhan bersifat kekal, tidak musnah dan tidak binasa. Dia tidak pernah tidur. Selalu mengawasi hamba-hambaNya setiap saat.
18.Kaunuhu ashamma
Mustahil Tuhan bersifat tuli. Tuhan yakni Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Tuhan tak terbatas dan mencakup segala sesuatu.
19. Kaunuhu ‘ama
Tuhan Maha Melihat, tidaklah buta. Dia Maha Sempurna dengan seluruh keagunganNya.
20. Kaunuhu abkama
Tuhan bukanlah dzat yang bisu. Allh berfirman dan firmanNya tertuang dalam kitab-kitab suci yang diturunkan lewat para nabi.
sifat jaiz bagi Tuhan SWT
Adapun dalil naqli wacana sifat jaiz bagi Tuhan SWT. Sifat Jaiz Bagi Tuhan yakni bahwa Tuhan SWT berbuat apa yang dikehendaki, mirip Firman Tuhan SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Qashash:
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَايَشَاءُ وَيَخْتَار
Artinya : “Dan Tuhanmu menjadikan dan menentukan barang siapa apa yang dikehendaki-Nya. (Q.S. Al-Qashash: 68)
Dalam Surat ali-Imran ayat 26,
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Q.S. ali-Imran 26].
Agar bisa mempertebal tebal sekaligus menyempurnakan keimanan kita, mari kita mencar ilmu bersama wacana 1 sifat jaiz Tuhan ini. Sifat jaiz Tuhan dalam bahasa Arab berbunyi :
فعل كل ممكن او تركه
“fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu”.
Tuhan SWT mempunyai hak penuh untuk melaksanakan segala sesuatu yang mungkin dilakukan dan juga mempunyai kuasa penuh untuk meninggalkannya.
Sifat jaiz ini bukan hanya menegaskan wacana kekuasaan, namun pula mengajarkan pada kita bahwa Tuhan SWT bukanlah dzat yang bisa diperintah apalagi dipaksa oleh siapapun
Sifat ja’iz pada Tuhan SWT juga menegaskan bahwa Tuhan berhak dan mempunyai kuasa penuh untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan sesuatu. Berbeda dengan manusia, kebebasan insan bisa menimbulkan banyak sekali macam perselisihan dan pertikaian antara satu keyakinan dengan keyakinan yang lain.
Demikian 20 Sifat Wajib Tuhan SWT, 20 Sifat Mustahil dan 1 Sifat Jaiz Tuhan SWT
Manusia diciptakan Tuhan SWT untuk beribadah, hanya menyembah Tuhan , bagaimana kita bisa beribadah kepada Tuhan SWT bila kita tidak mengenal Nama-nama Tuhan / Asmaul Husna dan mengenal Tuhan SWT dengan Sifat-sifat Wajib yang 20 , 20 sifat Mustahil dan 1 sifat jaiz Tuhan SWT oleh lantaran itu baiknya kita mengenal sifat -sifat Tuhan SWT
Tuhan Ta’ala berfirman
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Aku membuat jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).
Untuk bisa mengenal Tuhan SWT, bukan hanya ibadah mahdlah atau ibadah wajib yang harus selalu dilaksanakan setiap harinya, namun juga harus dilengkapi dengan mengenal-Nya secara pribadi dengan mengenal ke-20 sifat wajib, 20 sifat, juga 1 sifat jaiz Tuhan SWT
Sebagai umat islam, sudah tentu kita harus mempelajari wacana ilmu ketauhidan. Hal-hal yang berkaitan dengan rukun kepercayaan dan rukun Islam. Menurut ulama, sifat wajib Tuhan Ta’ala sebernarnya sangatlah banyak alasannya yakni Tuhan Maha Sempurna. Namun berdasarkan dalil-dalil (baik dalil naqli atau ‘aqli), Sifat Wajib Tuhan SWT yang diketahui secara umum berjumlah 20 sifat begitupula dengan sifat Mustahil ada 20 dan 1 Sifat Jaiz Tuhan SWT.
Berikut 20 Sifat Wajib Tuhan SWT, 20 Sifat Mustahil dan 1 Sifat Jaiz Tuhan SWT
20 Sifat Wajib Tuhan SWT
1.Wujud
Sifat Tuhan Ta’ala yang pertama yakni wujud yang berarti Ada. Maksudnya Tuhan itu zat yang pasti ada. Dia bangun sendiri, tidak diciptakan oleh siapapun. Dan tidak ada Tuhan selain Tuhan Ta’ala.
“Allah-lah yang membuat langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kau selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at 1190. Maka apakah kau tidak memperhatikan?” (QS. As-Sajdah: 4)
“Sesungguhnya Aku ini yakni Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku“. (QS. Thaha: 14)
2.Qidam
Tuhan Ta’ala juga mempunyai sifat Qidam yang berarti terdahulu. Dialah Sang Pencipta yang membuat alam semesta berserta isinya. Sebagai pencipta tentunya Tuhan telah ada lebih dahulu dari apapun yang diciptakannya. Tidak ada pendahulu atau permulaan bagi Tuhan Ta’ala.
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.Al-Hadid: 3)
3.Baqa’
Baqa’ berarti kekal. Maksudnya Tuhan itu Maha Kekal. Tidak akan punah, binasa ataupun mati. Tiada simpulan bagi Tuhan Ta’ala. Dia akan tetap ada selamanya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap abadi Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman: 26-27)
“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kau dikembalikan.” (QS. Al-Qasas: 88)
4.Mukholafatul Lilhawaditsi
Tuhan Ta’ala sudah pasti berbeda dari makhluk ciptaanNya. Dialah dzat yang Maha Sempurna dan Maha Besar. Tidak ada sesuatu pun yang menandingi atau mirip keagunganNya. Ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 4)
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”. (QS. Asy-Syura: 11)
5.Qiyamuhu Binafsihi
Tuhan itu bangun sendiri. Tuhan Ta’ala tidak bergantung pada apapun dan tidak membutuhkan sumbangan siapapun.
Dalam al-Qur’an Tuhan berfirman:
“Dan barangsiapa yang berjihad, maka bekerjsama jihadnya itu yakni untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Tuhan benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS. Al-Ankabut: 6)
“Dan katakanlah segala puji bagi Tuhan Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al-Isra: 111)
6.Wahdaniyah
Tuhan itu maha Esa atau Tunggal. Maksudnya Tidak ada sekutu bagiNya . Dialah satu-satunya Tuhan pencipta alam semesta. Bukti keesakan Tuhan terletak dalam kalimat syahadat “Laa ilaha Illallah” yang artinya “ Tiada Tuhan selain Allah”
Dijelaskan juga dalam FirmanNya di Al-Quran:
“Katakanlah Dialah Allah, Yang Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas: 1)
“Sekiranya ada di langit dan di bumi Tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Tuhan yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya: 22)
7.Qudrat
Qudrat berarti Tuhan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan Tuhan Ta’ala. Dijelaskan dalam Al-Quran:
“Sesungguhnya Tuhan Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 20)
8.Iradat
Iradat yakni sifat Tuhan Ta’ala yang berarti berkehendak. Maksudnya Tuhan itu maka menentukan segala sesuatu. Apabila Tuhan berkehendak maka jadilah hal itu dan tidak seorang pun bisa mencegahNya.
“Mereka abadi di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali kalau Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud: 107)
“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.”(QS. Yasiin: 82)
9.‘Ilmu
‘ilmu artinya mengetahui. Maksudnya Tuhan Ta’ala Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Baik yang tampak ataupun disembunyikan. Dalam Al-Quran dijelasakan:
“Dan bekerjsama Kami telah membuat insan dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih bersahabat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16)
10.Hayat
Tuhan Ta’ala Maha Hidup. Tidak akan prnah mati, binasa ataupun musnah. Dia abadi selama-lamanya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup abadi lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang sanggup memberi syafa’at di sisi Tuhan tanpa izin-Nya. Tuhan mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Tuhan melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Tuhan mencakup langit dan bumi dan Tuhan tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Tuhan Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)
“Dan bertawakkallah kepada Tuhan yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS. Al-Furqon: 58)
11.Sama’
Tuhan Maha Mendengar. Baik yang diucapkan ataupun yang disembunyikan dalam hati, Tuhan mengetahui. Pendengaran Tuhan Ta’ala mencakup segala sesuatu. Sebagaimana firmanNya dalam Al-Quran:
“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kau dari jenis kau sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kau berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(Asy-syuro: 11)
“Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 76)
12.Bashar
Bashar artinya melihat. Maksudnya Tuhan itu Maha Melihat segala sesuatu. Pengelihatan Tuhan tidak terbatas, Dia mengetahui apa-apa yang terjadi di dunia ini. Walaupun hanya sehelai daun yang jatuh.
“Dan Tuhan Maha Melihat atas apa yang kau kerjakan.” (QS. Al-Hujarat: 18)
“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya lantaran mencari keridhaan Tuhan dan untuk keteguhan jiwa mereka, mirip sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Tuhan Maha Melihat apa yang kau perbuat.” (QS. Al-Baqarah: 265)
13.Kalam
Tuhan itu berfirman. Dia bisa berbicara atau berkata-kata secara tepat tanpa sumbangan dari apapun. Terbukti dari adanya firmanNya dalam kitab-kitab yang diturunkan lewat para nabi. Salah satu Nabi yang pernah berbicara pribadi dengan Tuhan Ta’ala yakni Nabi Musa ‘alaihissalam. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran:
“Dan tatkala Musa tiba untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya.” (QS. Al-A’raf: 143)
“Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Tuhan ‘telah berfirman secara langsung.” (QS. An-Nisa’: 164)
14.Qadiran
Qadiran berarti berkuasa. Tuhan itu Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali sinaran itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Tuhan menghendaki, pasti Dia melenyapkan indera pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Tuhan berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 20)
15.Muridan
Tuhan Maha Berkendak atas segala sesuatu. Bila Tuhan sudah menakdirkan suatu kasus maka tidak ada yang bisa menolak kehendakNya. Dalam Al-Qran dijelaskan:
“Mereka abadi di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali kalau Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS.Hud: 107)
16.‘Aliman
Tuhan Maha mengetahui segala sesuatu, baik yang ditampakkan ataupun disembunyikan. Tidak ada yang bisa menandangi pengetahuan Tuhan yang Maha Esa.
17.Hayyan
Hayyan berarti hidup. Tuhan Maha hidup. Tidak mungkin bagi Tuhan Ta’ala untuk binasa. Dia selalu mengawasi hamba-hambaNya, tidak pernah lengah ataupun tidur.
“Dan bertawakkallah kepada Tuhan Yang Hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Furqon: 58)
18.Sami’an
Sami’an juga berarti mendengar. Tuhan itu Maha pendengar. Tidak ada yang terlewatkan bagi Tuhan dan tidak ada pula yang melampui pendengaranNya.
19.Bashiran
Bashiran juga berarti melihat. Pengelihatan Tuhan mencakup segala hal, baik yang diterlihat ataupun yang disembunyikan.
20. Mutakalliman
Sama halnya dengan kalam, mutakalliman juga berarti Tuhan itu berfirman. Firman Tuhan terwujud dalam kitab-kitab suci yang diturunkanNya lewat para nabi. Firman Tuhan begitu tepat dan tidak ada yang menandingi.
20 sifat-sifat tidak mungkin bagi Allah
1.Adam
Sifat tidak mungkin yang pertama yakni Adam yang berarti tiada. Sifat ini kebalikan dari wujud yang artinya ada.
Dalil naqli yang menawarkan adanya Tuhan Ta’ala, yakni:
“Sesungguhnya Tuhan kau ialah Tuhan yang telah membuat langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, membuat dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”(QS.Al-Araf : 54)
“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kau lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Tuhan mengatur urusan, menjelaskan gejala , supaya kau meyakini pertemuan dengan Tuhanmu.” (QS. Ar-Ra’d : 2)
2.Huduts
Hudust berarti ada yang mendahului, merupakan lawan kata dari qidam. Tidak mungkin ada yang mendahului keberadaan Tuhan Azza wa Jalla. Dialah yang membuat alam semesta beserta isinya. Tentunya Pencipta sudah pasti lebih dahulu dari apa-apa yang diciptakanNya.
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.Al-Hadid: 3)
3.Fana
Tuhan Ta’ala tidak mungkin musnah. Sebaliknya, Dia bersifat abadi selama-lamanya. Dijelaskan dalam Al-Quran:
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap abadi Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman: 26-27)
“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kau dikembalikan.” (QS. Al-Qasas: 88)
4.Mumatsalatu lil hawaditsi
Tuhan Ta’ala yakni dzat yang membuat segala sesuatu di bumi dan alam semesta. Dialah yang Maha Agung. Tidak mungkin ada sesuatu yang menyamai atau menandingiNya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”. (QS. Asy-Syura: 11)
5.Ihtiyaju lighairihi
Tuhan Ta’ala tidak memerlukan yang lain. Dia bisa mewujudkan dan mengatur segalanya secara tepat tanpa bergantung pada siapapun. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Dan barangsiapa yang berjihad, maka bekerjsama jihadnya itu yakni untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Tuhan benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS. Al-Ankabut: 6)
“Dan katakanlah segala puji bagi Tuhan Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al-Isra: 111)
6.Ta’adud
Ta’adud yakni kebalikan dari wahdaniyah yang berarti tunggal. Tuhan itu Maha Esa. Tidak mungkin berbilang atau berjumlah lebih dari satu. Tuhan Ta’ala tidak mempunyai sekutu, tidak beranak dan tidak diperanakan. Bukti keesaan Tuhan tertuang dalam kalimat syahadat dan juga ayat Al-Quran yang artinya:
“Katakanlah ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Tuhan yakni Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.’” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
“Sekiranya ada di langit dan di bumi Tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Tuhan yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya: 22)
“Dan Tuhanmu yakni Tuhan Yang Maha Esa; Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Pemuurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 163)
7.Ajzun
Ajzun berarti lemah, merupakan lawan kata dari dari qudrat yang artinya berkuasa. Kaprikornus Tuhan tidak mungkin bersifat lemah. Sebaliknya Tuhan Azza wa Jalla Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melampui kekuasaan Tuhan Ta’ala.
Dalam Al-Quran dijelaskan:
“Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Tuhan menghendaki, pasti Dia melenyapkan indera pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Tuhan berkuasa atas segala sesuatu.” (QS.Al Baqarah: 20)
8.Karahah
Tuhan tidak mempunyai sifat terpaksa. Sebaliknya Tuhan Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melawan ataupun menandingi kehendak dari Tuhan Ta’ala. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran:
“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.” (QS. Yasiin: 82)
“Mereka abadi di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali kalau Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.”(QS. Hud: 107)
9.Jahlun
Mustahil bagi Tuhan Ta’ala bersifat bodoh. Dia membuat alam semesta dengan segala isinya begitu sempurna. Dia tidak membutuhkan sumbangan siapapun. Dan dialah yang Maha Kaya lagi Maha Mengetahui.
10.Mautun
Tuhan tidak akan mati. Dia bersifat kekal. Terus-menerus mengurus makhluknya Tanpa tidur dan tidak letih sedikitpun. Dijelaskan dalam Al-Quran:
“Dan bertawakkallah kepada Tuhan yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS. Al-Furqon: 58)
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup abadi lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang sanggup memberi syafa’at di sisi Tuhan tanpa izin-Nya. Tuhan mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Tuhan melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Tuhan mencakup langit dan bumi dan Tuhan tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Tuhan Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255)
11.Shamamun
Mustahil Tuhan bersifat Tuli. Tuhan Ta’ala yakni Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Tuhan mencakup segala sesuatu.
“Katakanlah cukuplah Tuhan menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi.” (Al-Ankabut : 52).
12.Ama
Tuhan Ta’ala juga tidak buta. Dia Maha Melihat Segala Sesuatu. Tak ada satu hal pun yang luput dari pengelihatanNya.
“Dan Tuhan Maha Melihat atas apa yang kau kerjakan.” (QS. Al-Hujarat: 18)
“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kau dari jenis kau sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kau berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS.Asy-syuro: 11)
13.Bakamun
Tuhan Ta’ala tidaklah Bisu. Tuhan berkata dan berfirman dengan sangat sempurna. Tak ada bisa mengalahkan keindahan firman Tuhan Ta’ala. Dan salah satu Nabi yang pernah berbicara pribadi dengan Tuhan yakni Nabi Musa.
“Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa Tuhan ‘telah berfirman secara langsung.” (QS. An-Nisa’: 164)
14.Kaunuhu ‘ajiyan
Mustahil Tuhan bersifat lemah. Tuhan Ta’ala yakni pencipta alam semesta dan segala isisnya. Dia Maha Kuasa atas semua hal.
“Sebahagian besar mahir kitab menginginkan semoga mereka sanggup mengembalikan kau kepada kekafiran sesudah kau beriman, lantaran dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, sesudah kasatmata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, hingga Tuhan mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Tuhan Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah 109)
15.Kaunuhu karihan
Tuhan Ta’ala bukanlah dzat yang terpaksa. Dia Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Hanya berfirman “kun fa yakun” maka jadilah apa yang dikehendaki oleh Nya.
“Mereka abadi di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali kalau Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS.Hud: 107)
16.Kaunuhu jahilan
Mustahil Tuhan yakni dzat yang bodoh. Tuhan Maha Mengetahui dan Melihat apa-apa yang ditampakkan atau disembunyikan.
17.Mayyitan
Tuhan tidak mati. Tuhan bersifat kekal, tidak musnah dan tidak binasa. Dia tidak pernah tidur. Selalu mengawasi hamba-hambaNya setiap saat.
18.Kaunuhu ashamma
Mustahil Tuhan bersifat tuli. Tuhan yakni Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Tuhan tak terbatas dan mencakup segala sesuatu.
19. Kaunuhu ‘ama
Tuhan Maha Melihat, tidaklah buta. Dia Maha Sempurna dengan seluruh keagunganNya.
20. Kaunuhu abkama
Tuhan bukanlah dzat yang bisu. Allh berfirman dan firmanNya tertuang dalam kitab-kitab suci yang diturunkan lewat para nabi.
sifat jaiz bagi Tuhan SWT
Adapun dalil naqli wacana sifat jaiz bagi Tuhan SWT. Sifat Jaiz Bagi Tuhan yakni bahwa Tuhan SWT berbuat apa yang dikehendaki, mirip Firman Tuhan SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Qashash:
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَايَشَاءُ وَيَخْتَار
Artinya : “Dan Tuhanmu menjadikan dan menentukan barang siapa apa yang dikehendaki-Nya. (Q.S. Al-Qashash: 68)
Dalam Surat ali-Imran ayat 26,
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Q.S. ali-Imran 26].
Agar bisa mempertebal tebal sekaligus menyempurnakan keimanan kita, mari kita mencar ilmu bersama wacana 1 sifat jaiz Tuhan ini. Sifat jaiz Tuhan dalam bahasa Arab berbunyi :
فعل كل ممكن او تركه
“fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu”.
Tuhan SWT mempunyai hak penuh untuk melaksanakan segala sesuatu yang mungkin dilakukan dan juga mempunyai kuasa penuh untuk meninggalkannya.
Sifat jaiz ini bukan hanya menegaskan wacana kekuasaan, namun pula mengajarkan pada kita bahwa Tuhan SWT bukanlah dzat yang bisa diperintah apalagi dipaksa oleh siapapun
Sifat ja’iz pada Tuhan SWT juga menegaskan bahwa Tuhan berhak dan mempunyai kuasa penuh untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan sesuatu. Berbeda dengan manusia, kebebasan insan bisa menimbulkan banyak sekali macam perselisihan dan pertikaian antara satu keyakinan dengan keyakinan yang lain.
Demikian 20 Sifat Wajib Tuhan SWT, 20 Sifat Mustahil dan 1 Sifat Jaiz Tuhan SWT
baca juga artikel
tips semoga hidup senang dunia darul abadi dan damai berdasarkan tuntunan islami
cara dan tuntunan kiat khusyu dalam shalat mirip rasulullah SAW
keajaiban ( pesan yang tersirat ) sholat tahajud dan keutamaan shalat malam qiyamullail
Sejarah Riwayat Sufi Wali Alloh : Kisah Manaqib Karomah Syekh Abdul Qodir Jaelani-
keutamaan bulan rajab dan keistimewaan puasa ( Shaum ) rajab -
belakang layar shalat 5 ( lima ) waktu dan keutamaan manfaat sholat fardhu -
keutamaan bulan syaban dan keistimewaan puasa bulan syaban -
aturan dzikir keras ( jahr ) berdasarkan al-qur'an dan al-hadits -
metode cara gampang dan cepat menghafal al qur'an 30 juz -
Hikmah mukjizat insiden Isra’ Mi’raj Rasulullah Nabi Muhammad Saw -
keutamaan manfaat dan fadhilah membaca doa dzikir Al Ma'Tsurat -
rahasia keajaiban dan keutamaan manfaat shalat subuh berjamaah -
artikel islam : cara setan menarik hati dan menyesatkan insan ( bani adam ) -
hikmah keutamaan dan keistimewaan manfaat shaum Ramadan ramadhan -
hal-hal yang membatalkan puasa ramadhan dan mengurangi pahala puasa -
tuntunan lengkap tata cara doa bacaan niat wudhu dan syarat rukun berwudhu -
Tuntunan Tata Cara Sifat Shalat Rasulullah Nabi Muhammad SAW -
rahasia Qur'an : keutamaan fadhilah dan manfaat khasiat membaca doa ayat kursi -
tuntunan lengkap tata cara bacaan bilal doa shalat tarawih dan witir -
tatacara bacaan niat sholat sunnat lafadz takbir idul adha -
cara menggunakan jilbab ( hijab ) modern dan kerudung pashmina dengan baik dan benar -
cara berkerudung jilbab menggunakan pashmina modis dan modern -
tips cara menentukan ciri-ciri binatang qurban yang baik dan sehat -
Lebaran Haji : Hikmah Manfaat dan Keutamaan Qurban Idul Adha -
tata cara bacaan shalat gerhana matahari dan gerhana bulan -
hikmah keajaiban keutamaan sholat dhuha dan manfaat keistimewaan shalat dhuha -
syarat wajib shalat, syarat sah shalat dan rukun shalat

